Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Info Kuliner
Info Wisata
Wisata
Home » Berita, Featured

Menguji Ketangguhan BR-V di Jalur Bandung – Sayangheulang – Santolo

Submitted by on 14/03/2017 – 19:48 4 Comments

Akhirnya touring juga! Yup. Ikut touring memang jadi salah satu lifegoals saya. Céték yah? Meski terbilang céték, nyatanya susah tuh. Tapi alhamdulillah lifegoals yang céték itu tersampaikan juga.

Sabtu, 11 Maret 2017 kemarin saya dan keluarga mengikuti perjalanan teman-teman #BraverCommunity Chapter Bandung dari Bandung menuju Sayang Heulang – Santolo via jalur Pangalengan – Cisewu – Rancabuaya. Jalur yang cukup menantang nyali. Tidak hanya nyali driver yang diuji, tapi juga perlu kendaraan yang tangguh dan tetap nyaman untuk menyusuri jalur ekstrim sepanjang kurang lebih 150 km. 

Menguji Ketangguhan BR-V di Jalur Bandung – Sayangheulang – Santolo

#1 Miko Mall – Situ Cileunca

Meski sebelumnya sudah pernah ke Sayang Heulang – Santolo dari Subang via Sumedang – Garut, touring ini merupakan perjalanan terjauh saya bersama BR-V. 

Kali ini saya memulai perjalanan dari Sagalaherang, Subang menuju Bandung, menyusul teman-teman INVERNITY Bandung (Indonesia BRaVer Community Chapter Bandung) yang sudah berangkat lebih dahulu dari titik kumpul di Miko Mall, Kopo, Bandung. Miko Mall juga menjadi titik 0 km untuk perhitungan konsumsi bahan bakar BR-V dari Bandung sampai Sayang Heulang. 

Perjalanan 20 anggota INVERNITY Bandung  bersama keluarga masing-masing dimulai jam 6.30 dari Miko Mall menuju Pesantren Darul Hikam yang berada di Kiangroke. Ya, tak hanya sekedar jalan-jalan, INVERNITY Bandung juga mengadakan bakti sosial berupa santunan kepada santri-santri di Pesantren Darul Hikam Pangalengan sebagai wujud kepedulian sosial.

Santunan berupa uang tunai sebesar sepuluh juta rupiah yang berhasil dihimpun dari anggota INVERNITY Bandung ini diserahkan untuk membantu pembangunan Pondok Pesantren yang kini sedang tahap renovasi penambahan ruang kelas.

Kegiatan bakti sosial ini disambut dan diterima langsung oleh pengurus Yayasan KH. Dadang Zaim Affandi,M.Si.

Selepas memberikan santunan di Pesantren Darul Hikam Pangalengan, team kembali melanjutkan perjalanan menuju titik pemberhentian pertama yaitu di Situ Cileunca. 

Tak ada kendala yang berarti di sepanjang perjalanan. Jalan yang berliku menjadi makanan wajib bagi 20 mobil BR-V ketika melewati jalur perjalanan Pangalengan – Situ Cileunca.

 

Berbeda dengan pengalaman ketika menyusuri jalan via Sumedang – Garut Kota di mana saya dan anak-anak harus mengalami mabuk darat, meski harus melalui jalan yang berkelok-kelok, perjalanan bersama BR-V kali ini terasa nyaman.

Baca: Perjalanan dari Subang ke Sayang Heulang

 

BR-V memang memiliki fitur Vehicle Stability Assist (VSA) yang berfungsi untuk mencegah gejala oversteer dan understeer. Jadi ketika dipakai bermanuver di tikungan dengan kecepatan sedang, tidak ada gejala limbung dan ‘nge-buang’ pada Honda BR-V.

Credits INFERNITY Chapter Bandung

#2 Situ Cileunca – Talegong – Cisewu – Rancabuaya – Sayang Heulang 

Tantangan perjalanan yang sebenarnya dimulai dari Situ Cileunca. Tak hanya jalan yang berkelok-kelok, di sepanjang perjalanan terutama mulai masuk Kecamatan Cisewu, nyali driver benar-benar diuji. Driver dihadapkan pada pilihan turunan yang ekstrim, atau tanjakan yang curam. Belokan yang tajam, kiri tebing yang rawan longsor atau kanan jurang yang cukup dalam. Atau… kombinasi diantara tanjakan curam dan belokan yang tajam!

Lagi-lagi, BR-V sanggup membuktikan ketangguhannya. Dengan fitur Hill Start Assist yang dimiliki oleh BR-V, sebagai penumpang saya bisa bernafas lega karena tidak perlu cemas mobil yang saya tumpangi tiba-tiba mundur di tanjakan. Jadi, ketika harus berpapasan dengan truk atau elf dari arah lawan di jalan sempit menanjak yang mengharuskan kita berhenti sejenak, driver cukup memindahkan kaki ke pedal gas, dan Honda BR-V pun akan melaju kembali. 

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam dan total jarak 154 km, akhirnya #INVERNITY Bandung berhasil sampai di Desa Sayang Heulang. 

Panel MID di dashboard BR-V 772 mencatatkan pemakaian bahan bakar rata-rata 13km/L. 

Ini bukan akhir perjalanan bersama teman-teman INVERNITY Bandung …

Penasaran? Simak keseruan berikutnya di cerita selanjutnya… 

 

~ oRiN

 

4 Comments »

1 Pingbacks »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.