Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Bandung
Kuliner
Wisata
Home » Berita

Cara RGE Menghasilkan Petani Kelapa Sawit Berkualitas

Submitted by on 04/10/2017 – 16:10
Share Button

Cara RGE Menghasilkan Petani Kelapa Sawit Berkualitas – Industri kelapa sawit sudah hampir enam puluh tahun muncul di Indonesia. Namun, umurnya yang sudah tua tidak sebanding dengan kualitas petaninya. Inilah yang hendak diubah oleh Royal Golden Eagle (RGE) dengan mendirikan Asian Agri Learning Institute (AALI).

Royal Golden Eagle merupakan pemain besar dalam industri kelapa sawit di negeri kita. Dengan anak perusahaan Asian Agri dan Apical, grup yang didirikan dengan nama Raja Garuda Mas ini menancapkan kukunya dalam bidang perkebunan kelapa sawit dan pengolahannya.

Jejak industri kelapa sawit di Indonesia ditengarai mulai muncul pada akhir era 1960-an. Namun, ledakan besar dalam bidang tersebut baru hadir pada 1970-an saat pemerintah meluncurkan PT Perkebunan Nusantara.

Raja Garuda Mas juga hadir pada masa tersebut. Pada 1973, mereka berdiri dan langsung menerjuni industri kelapa sawit sebelum menekuni beragam bidang lain.

Ini memperlihatkan jejak industri kelapa sawit di Indonesia sejatinya panjang. Kurun waktu puluhan tahun operasi menjadi bukti. Namun, jumlah petani andal yang mengerti betul tentang penanaman dan perawatan perkebunan kelapa sawit di negeri kita masih sangat minim.

Hal itu dirasakan betul oleh Asian Agri. Sebagai praktisi, anak perusahaan RGE ini mengalami kesulitan dalam memperoleh tenaga ahli dalam perkebunan kelapa sawit. Padahal, pengelolaan kebun kelapa sawit amatlah vital.

Patut diketahui, perkebunan kelapa sawit merupakan investasi jangka panjang. Panen pertama baru bisa dilakukan sekitar tiga hingga empat tahun sesudah pohon ditanam. Namun, sesudah itu, panen bisa terus dilakukan secara kontinu. Perkebunan kelapa sawit baru perlu diganti dengan bibit baru setiap 20 hingga 25 tahun sekali.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang perawatan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit sangat penting. Tanpa itu hasil perkebunan kelapa sawit tidak akan bisa maksimal. Kalau hal seperti itu terjadi, pemilik perkebunan kelapa sawit harus siap menerima hasil yang kurang memuaskan selama 20 hingga 25 tahun sebelum penanaman ulang dilakukan.

Kondisi ini akhirnya menggerakkan Asian Agri untuk berbuat sesuatu. Mereka kemudian memutuskan untuk mendirikan AALI sebagai tempat untuk mencetak para petani kelapa sawit berkualitas.

Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini mendirikan AALI pada 2002. Berlokasi di Desa Mekar Jaya yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, AALI didirikan untuk mengisi kekurangan dalam pemenuhan kebutuhan petani kelapa sawit andal.

Saat ini, lembaga pelatihan kelapa sawit (non-universitas)untuk mengasah anak-anak muda berbakat di bidang perkebunan, khususnya kelapa sawit, belum banyak. AALI dihadirkan oleh anak perusahaan Royal Golden Eagle itu untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Untuk melakukannya, AALI membuka kesempatan bagi putra putri bangsa yang tertarik untuk menerjuni industri kelapa sawit. Di sana mereka diajari beragam kemampuan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Ilmu dan bimbingan akan mereka peroleh dari para praktisi berpengalaman. Semua itu masih ditambah dengan materi dari ilmuwan asal perguruan tinggi ternama seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya dan Universitas Sumatera Utara.

Setiap tahun, AALI mengajak siapa saja untuk bergabung. Mereka membuka pendaftaran dalam tiga gelombang per tahun. Namun, jumlah perserta didik dibatasi hanya seratus orang setiap tahun supaya pelatihan bisa optimal.

Banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikuti program AALI. Hal ini bisa dimaklumi. Pasalnya, para peserta yang disebut kadet tersebut tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Mereka juga mendapat gaji setara upah minimum provinsi dalam masa pembelajaran.

Akan tetapi, pemberian gaji bukan daya tarik utama bagi publik. Mereka tahu persis kualitas AALI. Lulusannya dipastikan akan mendapatkan pengetahuan mumpuni dalam perkebunan kelapa sawit. Ini merupakan nilai jual yang tinggi bagi seseorang.

Ketika melalui masa pelatihan, para kadet memiliki beragam pilihan karier. Mereka bisa bergabung ke Royal Golden Eagle, misalnya dengan menjadi karyawan Asian Agri. Di sana karyawan baru bisa mendapat gaji tiga kali lipat dari yang diperoleh pada masa menjadi kadet di AALI. Tak aneh, banyak yang menginginkannya.

“Saya sangat bangga terpilih untuk mengikuti pelatihan ini. Saya berharap bisa bergabung menjadi karyawan di Asian Agri ketika saya lulus pelatihan ini nanti,” ucap salah seorang lulusan program agriculture engineering AALI yang berasal dari Universitas Sumatera Utara, Muhamad Yusuf, di Kompas.com.

Kesempatan kerja bagi lulusan AALI bukan hanya di Royal Golden Eagle. Berbagai perusahaan lain juga meminati. Hal itu terjadi karena mereka tahu persis betapa berharga ilmu yang didapat dari AALI. Ini juga yang akhirnya menjadi motivasi banyak orang untuk bergabung ke AALI.

“Senior saya yang merupakan lulusan dari AALI memberi tahu saya bahwa ketika lulus nanti, taraf hidup saya akan meningkat. Akan ada begitu banyak perusahaan yang mencoba untuk menarik kita dengan menawarkan gaji yang sangat tinggi,” papar Muhamad.

PRAKTIK LANGSUNG

Image Source: Inside RGE http://www.inside-rge.com/empowering-lives/asian-agri-trains-new-generations-skilled-planters/

Misi AALI adalah menghasilkan petani kelapa sawit berkualitas. Maka, Royal Golden Eagle merancang metode pembelajaran yang pas. Cara yang dipilih ialah dengan praktik langsung di lapangan sehingga pengetahuan praktis tentang perkebunan kelapa sawit diperoleh para kadet.

Akhirnya para kadet itu bekerja seperti pegawai Asian Agri. Mereka tidak hanya di dalam kelas mendengarkan materi pelajaran. Namun, juga ikut mengemban tugas dan tanggung jawab mengelola tanaman-tanaman, serta menangani aspek-aspek operasional yang ada di perusahaan.

Para kadet AALI nantinya juga turut berperan dalam pengelolaan kelapa sawit dari hulu hingga hilir. Mereka dikenalkan dan bertanggung jawab atas proses pengolahan menggunakan mesin, hingga urusan akomodasi. Semuanya akan membuat para kadet tahu persis tentang perkebunan kelapa sawit yang benar.

Dari beragam jenis pelatihan, AALI tak lupa menekankan prinsip-prinsip berkelanjutan. Hal ini penting karena keberlanjutan merupakan aspek vital dalam industri kelapa sawit. Royal Golden Eagle berharap alumni AALI mampu mengajarkan sistem perkebunan bertanggung jawab kepada semua pihak.

“Di sini, kami melatih mereka untuk menjadi petani terbaik dengan teknologi modern dan pengetahuan menyeluruh mengenai industri perkebunan, khususnya kelapa sawit. Di samping memberi ilmu dan mengasah kemampuan, kami juga turut menanamkan mengenai pentingnya berlaku disiplin dan memiliki pola pikir yang baik mengenai nilai dan praktik prinsip-prinsip berkelanjutan agar dapat tertanam di hati dan pikiran mereka,” ucap seorang supervisor AALI, Sufriyadi, di Kompas.com.

Sudah banyak lulusan yang dihasilkan oleh AALI. Sejak didirikan pada 2002 hingga 2016, mereka tercatat sudah meluluskan sekitar 2.200 orang kadet. Mereka itu akhirnya tersebar ke berbagai perusahaan yang bergerak dalam industri perkebunan di Indonesia.

AALI sangat bangga dengan pencapaian tersebut. Mereka percaya para lulusannya mampu mengajarkan cara berkebun kelapa sawit yang baik ke berbagai pihak.

“Kami memiliki lulusan terbaik saat ini dari seluruh Indonesia, yang siap untuk belajar dan berkontribusi, serta mengembalikannya untuk kemajuan dan pembangunan negeri,” kata Sufryiadi.

Langkah Royal Golden Eagle pantas dipuji. Berkat keberadaan AALI, kebutuhan Indonesia akan petani kelapa sawit berkualitas dapat mereka penuhi.

Sumber : https://twitter.com/sukantotanototf

Asian Agri Trains New Generations of Skilled Planters

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.