Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Bandung
Kuliner
Wisata
Home » Info Kuliner

Ada apa di Basmal Steak House Lembang?

Submitted by on 14/03/2015 – 13:59
Share Button

“Mah, makan di mana nih?”, tanya suami.

“Terserah”, jawab saya, jawaban standar seorang perempuan.

“Mau nyobain tempat makan baru deket Indomaret Lembang gak?”, suami menawarkan tempat makan yang sama sekali belum pernah kami kunjungi.

“Ada yang baru ya? Apaan?”, kembali saya bertanya meski sebenarnya kurang tertarik dengan tawaran suami.

“Basmal Steak gitu kalo gak salah. Gimana? Ayo, bentar lagi nih”, suami meminta saya segera memutuskan, plang Indomaret sudah terlihat jelas di depan mobil…

“Gak ah, perlunya makan nasi. Dari siang kan belum makan nasi”, akhirnya saya menolak tawaran suami makan di resto baru tadi. Namanya juga orang Sunda, kalau belum makan nasi ya belum makan :P

Lagipula, saya belum mau makan bakso… padahal sedang tidak hamil. Saya memang berhenti makan bakso sejak hamil si bungsu, dan mabok baksonya masih berlanjut sampai sekarang si bungsu berumur 3 tahun.

“Tadi katanya terserah! Ya udah makan di rumah aja…”, tegur suami.

Dan akhirnya perut yang belum diisi sedari siang terpaksa harus menahan lapar selama 1 jam perjalanan ke depan. Gara-gara terserah… :D

Lain waktu, suami tidak lagi menanyakan soal makan ke saya, tapi ke Ceuceu dan Teteh. Tanpa ragu-ragu Ceuceu dan Teteh kompak mengiyakan tawaran bapaknya.

Dengan senyum penuh kemenangan, suami pun akhirnya memasukkan mobil ke halaman parkir Basmal Steak House Lembang. Ok lah, tidak apa-apa. Sekalian menemani yang sedang puasa berbuka di sini.

Lalu bagaimana dengan saya yang tidak suka makan bakso? Huufffttt… hanya berharap ada menu lain selain bakso malang. Wajar kalau saya mengira menu yang tersedia hanya seputar bakso malang dan steak, namanya saja sudah Basmal Steak House.

Suasana malam itu boleh dibilang cukup sepi, hanya terisi 3-4 kursi, bisa jadi karena kami datang tidak lama setelah adzan Maghrib berkumandang. Tempatnya sih luas, ada sekitar 30 meja di sana dengan jarak satu sama lain yang cukup nyaman.

IMG_20150110_191331

suasana di dalam Basmal Steak House Lembang

Tempat parkir juga tidak terlalu kecil. Sayang musholanya yang berada di belakang tidak terlalu besar, paling hanya cukup untuk 4 orang.

Tak lama setelah duduk, pelayan datang menghampiri kami berikut daftar menu. Alhamdulillah, ternyata di Basmal Steak House ini tidak hanya baso malang dan steak… ada nasi juga di situ heuheuhue…

Setelah memesan, suami pamit sholat duluan. Biasanya nih, kalau pas waktunya maghrib kita sedang makan di resto lain, meski saya dan suami sudah selesai sholat bergantian, belum ada satu pun menu pesanan yang datang ke meja kami. Paling banter hanya air minum.

Tapi di Basmal Steak House ini, menu yang saya dan anak-anak pesan datang sebelum suami menyelesaikan sholatnya. Anak-anak yang memang sudah kelaparan tidak mau menunggu lebih lama lagi. Ceuceu, Teteh dan Ade langsung melahap steak pesanan mereka.

Saya sendiri memilih pesan sukiyaki PLUS nasi tentu saja. Rasanya? Resto Jepang pun sepertinya kalah nih.

IMG_20150110_183840

alhamdulillah yah… ada nasinya… :)

Bagaimana dengan steaknya? Tidak perlu bertanya enak atau tidak, saya cukup melihat berapa lama steak itu bisa anak-anak dan suami habiskan.

IMG_20150110_191345

menghabiskan steak di plate ini hanya perlu waktu sekitar 15 menit…

Selesai menghabiskan steak, Ceuceu malah sibuk melihat-lihat kembali daftar menu. Teteh dan Ade sih sibuk bolak balik melihat petasan dan kembang api di luar.

Eh, ternyata Ceuceu memang masih ingin memesan menu favoritnya yang lain. Apalagi kalau bukan ramen. Ckckckck…¬† Ini anak perutnya dari karet kali ya?

Satu mangkuk ramen yang rasanya cukup mengigit di lidah ternyata bisa Ceuceu habiskan sendiri. Padahal sebelumnya Ceuceu tidak pernah mau makan makanan yang pedas. Kalaupun pesan ramen, biasanya selalu mewanti-wanti “jangan pake pedes ya, oom!

IMG_20150110_192721

habis steak, lanjut ke ramen…

Ah, antara lapar dan enak memang beda tipis :))

Soal harga, sepertinya sih cukup standar. Yang saya ingat sih, harga makanan yang dipesan saya sendiri. Sukiyaki plus nasi dibandrol 26 ribu rupiah. Cukup fair dengan rasa yang enak dan pelayanan yang cepat.

Selesai makan, Ceuceu berpesan ke bapaknya…

“Nanti kalau pas lewat sini, boleh ya makan di sini lagi???”

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.