Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Bandung
Kuliner
Wisata
Home » Featured

#HematEnergiAlaPasundan

Submitted by on 17/05/2014 – 14:10
Share Button

“Kalo mau hemat, ke sekolah/kampus/kantor pake sepeda aja. Hematnya dapet, sehatnya juga dapet”

Bike2Work saat ini memang sedang jadi fenomena di mana-mana. Apalagi alasannya kalau bukan karena efek hemat dan sehatnya itu. Bayangkan saja berapa rupiah yang bisa kita simpan karena kita gak perlu membeli BBM untuk kendaraan bermotor yang kita gunakan? Sehat? Sudah pasti donk. Gak perlu lagi mampir ke fitness centre buat olahraga.

Bukan hanya digunakan untuk Bike2Work, sekarang sepeda sudah menjadi alat olahraga keluarga. Banyak keluarga yang menggunakan sepeda untuk berolahraga bersama di waktu senggang. Selain itu menggunakan sepeda juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Berdasarkan data evaluasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengendalian Lingkungan Daerah DKI Jakarta pada 2009 lalu, diketahui bahwa kegiatan Car Free Day (CFD) di akhir pekan berhasil mengurangi polusi udara sekitar 75%. WHO mengungkap, tujuh juta penduduk dunia meninggal dunia akibat polusi udara sepanjang 2012 (Sumber : Tempo). Ini cuma satu hari lho… Bayangkan kalau kita bisa menghemat penggunaan kendaraan bermotor setiap hari, berapa persen polusi udara yang bisa dikurangi demi menyelamatkan bumi dan isinya?

Ok, itu kalau perjalanan yang dilakukan sehari-hari masih dalam lingkup satu kota. Tapi kalau perjalanan yang dilakukan hampir setiap hari dari satu kota ke kota lain dengan jarak puluhan kilometer, naik turun pegunungan seperti yang saya lakukan, yang ada bukan hemat dan sehat yang didapat. Nafas sudah pasti ngos-ngosan, bahan bakar yang digunakan untuk mengisi ulang tenaga yang habis terpakai pun sepertinya bertambah porsinya. Gimana gak? Setelah capek gowes kan sudah pasti laper, jadinya ya pasti butuh BBM (Bahan Bakar Makanan) banyak donk :D

Ah, ini sih memang dasarnya males ya? Padahal kalau tiap hari sanggup bersepeda menempuh jarak puluhan kilometer naik turun gunung, saya bisa jadi atlet Pelatnas… hahaha

Tapi beneran, koq. Ada beberapa kondisi yang membuat kita tidak mungkin menggunakan sepeda baik itu untuk ke sekolah/kampus/kantor, atau sekedar rekreasi bersama keluarga.

Trus gimana caranya donk agar kita bisa tetap menghemat energi saat “terpaksa” menggunakan kendaraan bermotor? Tenang! Saya punya 11 Cara #HematEnergiAlaPasundan nih… Yuk, kita simak!

1. Memperhatikan skala prioritas

Biasakan bertanya mengenai kepentingan perjalanan yang akan kita lakukan. Di jaman serba canggih seperti sekarang ini, komunikasi bisa dilakukan tanpa tatap muka, ada SMS, telepon, email atau  video calling.

Web Conference, Sumber gambar : klik di sini

Tapi kalau  perjalanan tetap harus dilakukan, bisa gak perjalanan ditunda sampai jam-jam tidak sibuk untuk menghindari kemacetan?

2. Memilih kendaraan

Untuk mengurangi kemacetan dan pencemaran udara, ada baiknya kita membiasakan diri menggunakan alat transportasi massal seperti bis kota, TransJakarta, kereta api, KRL, dan masih  banyak alat transportasi alternatif massal lain.

TransJakarta, Sumber gambar : klik di sini

Tapi kalau pilihan terakhir adalah menggunakan kendaraan pribadi, kita harus bisa menggunakan kendaraan seefektif dan seefisien mungkin. Caranya? Simak tips berikutnya yaaaa…

3. Merencanakan perjalanan

Merencanakan perjalanan akan lebih mempersingkat waktu perjalanan. Bayangkan saja jika kita hendak berkunjung ke suatu tempat yang belum kita kenal sebelumnya. Pastinya kita kebingungan dengan jalan di tempat itu ya? (Kalau saya sih sering jagonya nyasar :D)

Nah, untuk menghemat konsumsi bahan bakar yang digunakan ada baiknya kita merencanakan perjalanan. Rute mana yang paling dekat untuk sampai di tujuan. Gunakan alat navigasi GPS.

Rute perjalanan dari GPS, Sumber gambar : klik di sini

Kalau masih nyasar juga? Matikan GPS, gunakan alat bantu yang lain, yaitu turun dari mobil dan bertanya kepada penduduk sekitar.

4. Memeriksa kondisi kendaraan

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya kita selalu memeriksa kendaraan setiap saat sebelum digunakan selalu melakukan service berkala sesuai dengan manual booknya yang ada. Gak mau donk kalau mobil/motor kita tiba-tiba mogok di jalan karena mesinnya bermasalah?

5. Menjaga putaran mesin

Biasanya mobil dengan mesin bensin atau diesel akan bekerja efisien di rentang putaran mesin 1,500 – 2,500 rpm (mesin bensin) dan 1100 – 2100 rpm (mesin diesel, karena disitulah torsi optimal tersedia. Oleh karena itu lakukan perpindahan gigi transmisi di putaran tersebut.

Tuas persneling manual (Zigwheel), Sumber gambar : klik di sini

Paling hemat jika mobil melaju dengan konstan di putaran tersebut dengan menggunakan gigi transmisi yang tertinggi, biasanya akan tercapai kecepatan kendaraan antara 70 km/jam- 80 km/jam.

6. Menghindari akselerasi dan pengereman berlebihan

Prinsipnya kalau tidak harus ngerem ya jangan mengerem. Saat kendaraan berjalan beriringan dan kendaraan di depan terlihat lampu remnya menyala, maka kita harus mulai melepas pedal akselerator. Ketika kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu lalu lintas, atau melakukan perlambatan, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan kendaraan meluncur dengan momentum sebelum menginjak pedal rem.

Pedal rem, Sumber gambar : klik di sini

7. Menggunakan engine break

Engine Break ini artinya pengereman dengan tenaga mesin. Seperti tadi kalau kita enggak harus ngerem ya lepas pedal, pindahkan gigi secara teratur.

8. Memperhatikan tekanan angin

Tekanan angin pada ban, Sumber gambar : klik di sini

Tekanan angin yang kurang akan menyebabkan gesekan roda pada jalan lebih besar sehingga traksi berkurang dan membebani kinerja mobil. Sesuaikan tekanan angin dengan rekomendasi pabrik. Tekanan angin yang kurag akan membuat ketidakstabilan roda sehingga konsumsi BBM lebih boros 5- 20 persen. Dan begitu juga sebaliknya.

9. Menggunakan bahan bakar berkualitas

Selalu mengisi bahan bakar di stasiun pengisian dengan kualitas bahan bakar yang baik, takaran akurat, nilai oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan dan tidak meninggalkan kotoran atau kerak sisa pembakaran dapat membuat kinerja mesin menjadi lebih efisien dan membuat jarak tempuh lebih jauh.

10. Mematikan AC jika tidak perlu

Kompresor AC memberi beban cukup besar ke mesin. Matikan jika tidak diperlukan atau saat kita melaju di cuaca yang sejuk.

11. Matikan mesin

Pernah kan “terjebak” di lampu merah,  perlintasan kereta api, jalan macet yang benar-benar macet, atau menaikkan/menurunkan penumpang/barang? Lebih baik mesin mobil kita matikan saja. Mematikan mesin tidak akan merusak atau mengurangi kinerja mesin kendaraan. Mesin hidup dan diam selama 3 menit dan mengemudi 1 kilometer pada kecepatan konstan 50 km/jam memiliki konsumsi BBM yang sama.

Nah, sudah tau kan cara menghemat energi meski harus pakai kendaraan pribadi? Yuk, kita biasakan mulai dari sekarang.

Tags:

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.