Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Bandung
Kuliner
Wisata
Home » Bandung, Featured, Kuliner

Fabriek Koffie Aroma

Submitted by on 05/01/2009 – 14:40 7 Comments
Share Button

“MAOE minoem koffie selamanya enak? Aromanja dan rasanja tinggal tetep, kaloe ini koffie soeda di boeka dari kantongnja harep dipindahken di stopfles atawa di blik jang tertoetoep rapet. Djangan tinggal di kantong! “

TEKS dengan ejaan lama pada bungkus kertas berwarna coklat yang merupakan kemasan Koffie Fabriek Aroma, bukan sekadar saran bagi siapa pun yang membeli kopi bubuk keluaran pabrik kopi Aroma di Jalan Banceuy No. 51 Bandung. Tulisan pada bungkus tersebut juga sudah merupakan bagian dari trademark. Seperti halnya peringatan pada obat dalam kemasan dus, produsen akan mengingatkan pembeli melalui tulisan tersebut.

Yang juga patut dipertimbangkan adalah saran langsung dari Widyapratama (58), yang kerap disapa Pak Widya, pewaris tunggal Koffie Fabriek Aroma dari Tan Houw Sian, ayahnya. “Datanglah ke sini (Fabriek Aroma) saat pagi dimana toko belum terhalang penjual onderdil mobil,” ujar Pak Widya.

Memang benar, ada sesuatu yang lain saat kita datang lebih awal sebelum para penjual onderdil kendaraan memenuhi jalanan Banceuy. Meskipun Koffie Fabriek Aroma baru resmi buka pukul 6.00 WIB, tetapi bila kita menyempatkan diri datang satu jam sebelumnya (pukul 5.00 WIB), hidung kita sudah akan disambut semerbak harum kopi.

Selain disuguhi semerbak bau kopi, saat menanti matahari terbit dan hiruk pikuk Jalan Banceuy mulai tercipta, kita pun dapat menikmati seutuhnya bangunan Koffie Fabriek Aroma yang bergaya Art Deco. “Bangunan ini dibuat tahun 1930-an, hingga kini tidak secuil pun yang diubah,” ujar Pak Widya penuh bangga.

Merupakan kebahagiaan dan berkah tersendiri, jika secara kebetulan kita bertemu dengan Pak Widya langsung saat membeli kopi Aroma atau sekadar melihat-lihat dan mencium aroma kopi ke Koffie Fabriek Aroma. Ya, kita akan banyak mendapatkan ilmu dari Pak Widya. Tidak hanya mengenai kopi, tetapi juga saran serta nasihat memperlakukan kopi maupun hal-hal yang berkenaan dengan menjalani kehidupan.

Di antara saran-sara yang disampaikan Pak Widya adalah menangani luka parah dengan menaburkan kopi Robusta ke bagian luka. “Pasti akan cepat kering dan ini sudah teruji. Tidak ada efek samping di kemudian hari, yang terjadi malah borok atau koreng jadi mengering dan cepat sembuh,” ujarnya dengan tangan menjumput biji kopi memeragakan cara menabur.

Saran lainnya adalah memperlakukan kopi saat dicampur dengan susu. “Jangan minum kopi dicampur susu, kalau minum susu boleh dicampur dengan kopi, karena akan hilang rasa dan aroma kopinya,” ujar Pak Widya yang membuat bingung sejumlah peserta Java Jive Walk yang digelar Bandung Trails, akhir pekan lalu.

Ya, menyusuri sejarah kopi di Kota Bandung tidak bisa lepas dari keberadaan Koffie Fabriek Aroma yang dirintis Tan Houw Sian, ayah Pak Widya sejak tahun 1930-an. Aktivitas pabrik berlangsung di atas tanah seluas 1.300 meter persegi itu, dimulai dari gudang, tempat penjemuran, pengolahan biji kopi, hingga penjualan produk (toko).

Oleh karena itu, bila sedang berada di Kota Bandung, paksakan diri Anda untuk bangun lebih awal. Datanglah di pagi hari saat matahari bundar perlahan naik dan memamerkan pulasan sinarnya di langit timur kota kembang. Pak Widya akan dengan senang hati menjadi guide, mengajak kita untuk berpetualang ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Sebelum memasuki gedung utama yang dijadikan pabrik pengolahan biji kopi, kita terlebih dahulu akan melewati ruang kaca yang dipagari mesin pemecah biji kopi dan toples gelas besar tempat kopi serta timbangan. Dari pintu ke bagian utama bangunan yang terbuka, akan terlihat tiga buah sepeda kuno tergantung di dinding atas.

kopi_aroma_bandung_02
“Itu sebagian harta warisan dari ayah saya (Tan Houw Sian, red), saya ingin kelak anak-anak saya selalu ingat bahwa pabrik ini dirintis dengan sepeda yang tua di zamannya, dengan keringat dari kakeknya,” papar Pak Widya.

Begitu masuk, pandangan kita akan langsung tertuju ke mesin pengolah kopi merek “Probat” buatan Jerman buatan tahun 1936. Sebelum memiliki pabrik sendiri, di tahun 1920-an Tan Houw Sian menjadi pekerja di pabrik kopi milik Belanda. Upah dari hasil kerja seharian itu terus ditabunya sehingga ia bisa merintis pabrik kopi pada tahun 1930 dan membeli sendiri mesin pengolah kopi.
Sebelum mendapat keterangan mengenai cara memfungsikan mesin Probat, Pak Widya akan menjelaskan tentang jenis kopi maupun usia kopi. Kopi yang berusia lebih muda akan terlihat putih ke kuning-kuningan. Sedangankan yang sudah lama (tua) akan terlihat lebih gelap (kecoklat-coklatan). Kopi robusta bentuknya agak pipih, sementara arabika agak bulat.
kopi_aroma_bandung_09 kopi_aroma_bandung_08

kopi_aroma_bandung_07 kopi_aroma_bandung_05

Setelah memperkenalkan jenis kopi, Pak Widya memperlihatkan cara kerja tungku mesin pengolah (memasak) berusia 78 tahun yang menggunakan bahan bakar kayu pohon karet. “Selain ramah lingkungan karena asapnya tidak tebal dan membuat perih mata, batang pohon karet juga tidak mempengaruhi aroma dan rasa kopi,” tutur Pak Widya saat ditanya mengenai alasan digunakannya batang pohon karet sebagai kayu bakar .

Kayu pohon karet ini juga menghasilkan temperatur yang rendah dan ikut menambah aroma khas pada kopi. Setelah disangrai dalam waktu 1 jam lebih, biji kopi yang sudah masak lalu diayak untuk dilepaskan sisa kulitnya, kemudian dipilih biji yang benar-benar bagus.

Setiap hari, tidak kurang dari 200 kg kopi robusta dan arabika disangrai oleh Pak Widya yang dibantu 9 pekerjanya. Dari 200 kg kopi itu hanya akan menghasilkan 160 kg karena penyusutan kandungan kopi. Setelah dipilih biji yang bagus, biji kopi kembali diayak kemudian digiling dan dikemas sesuai permintaan pembeli.

“Biji kopi yang baru digiling bisa tahan hingga tiga bulan. kalau Anda tinggal di daerah sekitar Bandung, saya menyarankan untuk membeli dalam bungkus-bungkus kecil saja, supaya bisa dapat kopi segar yang baru digiling,” ujar Pak Widya.
kopiaroma1

Di gudang tampak tumpukan karung goni berisi biji kopi robusta dan arabika, Tumpukan karung kopi tersebut dimulai dari satu meter di bawah lantai hingga menyentuh atap.

“Saya sendiri tidak ingat, berapa banyak seluruh kopi yang tersimpan di gudang ini,” ujar Pak Widya diiringi tawanya yang selalu menyertai setiap guyonnya.

Biji kopi yang masuk ke gudang Koffie Fabriek Aroma, tidak langsung diolah seperti pabrik kopi kebanyakan. Baik jenis robusta maupun arabika, akan disimpan terlebih dahulu selama delapan tahun sebelum di sangrai dan digiling. Konon, selama itulah waktu terbaik untuk penyimpanan kopi.

Ini merupakan proses aging untuk memantapkan cita rasa kopi. Semakin panjang masa penyimpanan biji kopi, semakin rendah kadar kafein yang terkandung. Hasilnya, perut tak kembung dan tak ada rasa kecut yang tertinggal di tenggorokan. Kadar asam pada kopi pun turun hingga tinggal 2%-3% saja. Tradisi turunan Tan Houw Sian inilah yang dipegang oleh Widya hingga saat ini.

Dua kali dalam setahun, Widya mendatangi kebun kopi dan memilih sendiri buah kopi di perkebunan kopi seluas masing-masing 5 hektar yang terdapat di Aceh, Medan, Toraja, Jember, dan Timor. Hal itu juga yang pernah dilakukan sang ayah.

Setelah kopi terbaik didapatkan, kopi ini dijemur dengan terik matahari selama tujuh jam. Setelah itu, disimpan dalam karung goni yang berwarna cokelat (bukan karung plastik) dan dijaga tingkat kekeringannya.

Kalau Anda menginginkan kopi agar membuat Anda bertahan untuk tetap terjaga dan bekerja (melek), Pak Widya akan meramukan kopi robusta yang berusia 2 tahun. Namun, jika Anda menginginkan kopi robusta yang lebih ringan, akan diracikkan kopi yang berusia 8 tahun.
aroma_7514

“Nah, bila sedang bahagia dan ingin sekadar mencicipi kopi, Saya pilihkan mokka arabika yang merupakan perpaduan kopi arabika dari Aceh, Medan, Toraja, Jember, dan Timor. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk meminta,” ujar Pak Widya. (Retno HY/PR)***

Tags: , ,

7 Comments »

  • ade says:

    di aroma bisa menerima penjualan bbiji kopi ga?

  • Prikles Tampubolon says:

    To Bapak/Ibu,

    Nama saya Prikles, saya mau tanya apakah anda bergerak dibidang pengolahan kopi coklat mentah ? saya siap mendukung apabila anda bersedia jadi partner saya.
    demikianlah sekilas pertanyaan saya.
    jika anda bersedia jangan sungkan-sungkan hubungi saya lewat email atau cell : 081367296079/081912156464

    Salam,
    Prikles Tampubolon

  • Pungka Siregar says:

    To. Bapak/ Ibu yang terhormat,

    Saya punya kebun kopi Robusta ,Arabika ,Coklat di tapanuli utara ( sumut ) ingin menawarkan hasil panen kopi kepada bapak , Quality terjamin ,dan harga bisa kita discuss lebih lanjut karena langsung pemilik kebun jika bapak berminat hubungi saya di account email : Sfunk.siregar@gmail . com ini atau ke nomor ini : 081364214168,081277236236.

    Thank,s

  • herbin says:

    Saya bisa menyediakan bahan baku kopi coklat untuk perusahaan, harga bisa nego, bahannya bagus dan pilihan, kalau berminat hub : 081383504564

  • kelly says:

    Pak.. Saya mau nanya, kalau biji kopi yang sudah disangrai tapi belum digiling,dan telah dikemas dalam aluminium foil 2.5 ons itu bisa disimpan berapa lama? kalau yang sudah digiling kan bisa bertahan selama 3 bulan? Thanks ya, Pak.

    Salam,

    Kelly

  • Wita Fithrattunisa says:

    To: Bapak Widya yang terhormat

    Saya Wita dari PT.Diamond Brand ingin melakukan penawaran kerjasama dalam penyediaan flavour yang berfungsi untuk membantu mengangkat aroma kopi yang Bapak produksi agar lebih kuat dan menarik. Flavour kami tersedia dalam bentuk liquid maupun powder. Aroma kopi yang kami miliki lengkap bisa disesuaikan dengan yang Bapak inginkan.
    Jika Bapak berminat bisa menghubungi saya di : witafithrattunisa@yahoo.com

    Demikian penawaran yang saya ajukan dan terima kasih banyak atas perhatiannya.

    • tan kim han says:

      saya tan kimhan salam kenal , posisi saya ada di sumatera selatan pasti nya di kota pagaralam , saya mau nawarkan kerja sama dgn bpk , karena kerjaan saya membeli biji kopi dr petani-petani disini dan kopi kami disini merupakan kopi robusta kalo bpk ada minat hubungin saya di 081990083508 terima kasih

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.