Seni & Budaya
Cerita & Legenda
Info Kuliner
Info Wisata
Wisata
Home » Featured, Info Kuliner, Subang

Asal usul Sate Maranggi

Submitted by on 16/01/2017 – 00:36 8 Comments

Siapa yang tak kenal kemasyhuran Sate Maranggi? Rasanya yang lezat, bahkan tanpa bumbu pendamping seperti bumbu kacang, membuat Sate Maranggi disukai banyak orang.  Tak heran jika Sate Maranggi dinobatkan sebagai salah satu dari delapan jajanan kaki lima favorit dunia versi CNN. Cukup disajikan dengan irisan bawang merah, tomat segar dan kecap manis yang dipadu padankan dengan gurihnya Sate Maranggi, lidah pun bergoyang tanpa henti. 

 

sate maranggi 

Saat ini ada dua versi Sate Maranggi, yaitu khas Cianjur dan khas Purwakarta. Dilihat. dari proses pembuatannya, dua-duanya memiliki ciri khas yang berbeda namun tetap dengan rasa yang juara. Jika Sate Maranggi Cianjur dagingnya mengalami proses perebusan terlebih dahulu, Sate Maranggi Purwakarta diolah langsung dari daging segar. 

Asal Usul Sate Maranggi

Tidak banyak yang bisa menjawab apa yang dimaksud dengan Maranggi dan juga asal usul Sate Maranggi. 

Menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, ratusan tahun yang lalu ada seorang penjual sate yang bernama Mak Ranggi di daerah Cianting Purwakarta. Karena kelezatannya, sate buatan Mak Ranggi ini menjadi buah bibir dan menjadi cikal bakal Sate Maranggi.

Kisah lain menyebutkan kalau Sate Maranggi awalnya berasal dari pedagang Cina yang menetap di Indonesia dan dibuat dari daging babi. Bumbu rempah yang digunakan Sate Maranggi sama persis dengan dendeng babi dan dendeng ayam yang dijual di Hongkong, China, dan Taiwan. Terjadinya perkembangan budaya membuat daging babi yang biasa dijadikan bahan sate diganti dengan daging kambing dan daging sapi.

Sementara menurut kamus Bahasa Sunda, Maranggi artinya daging sapi yang dipotong-potong dan ditusuk seperti sate kemudian direbus.

Dilihat dari arti menurut kamus Bahasa Sunda, kata Maranggi lebih tepat merujuk kepada Sate Maranggi khas Cianjur. Daging pada Sate Maranggi Cianjur direbus terlebih dahulu dengan taburan ketumbar yang sangat banyak. 

Sementara Sate Maranggi khas Purwakarta dibuat dari daging segar yang dicampur daun pepaya agar empuk, kemudian dipotong, ditusuk, dibakar, dan diberi bumbu yang sederhana. 

Mana yang merupakan asal usul Sate Maranggi? Yang jelas, baik di Cianjur maupun di Purwakarta, pedagang Sate Maranggi mudah ditemui, di pinggir jalan atau dijual keliling dengan menggunakan sepeda.

Tak hanya di Cianjur atau Purwakarta, di daerah Subang pun Baraya Pasundan bisa dengan mudah menemukan Sate Maranggi yang rasanya pedo dan teksturnya lembut dibanding Sate Maranggi lainnya.

Sate Maranggi Pak Maman Cijengkol, Rasanya Afdol!

Di Warung Sate Pak Maman yang berada di Desa Cijengkol, Serang Panjang, Subang, Baraya Pasundan bisa merasakan gurih dan lezatnya Sate Maranggi yang disajikan dengan bumbu kecap yang diracik dengan ulekan cabai rawit merah dipadupadankan bawang merah dan jeruk limau atau jeruk sambel.

sate maranggi cijengkol

Uniknya, bumbu kecap disajikan di atas coet yang terbuat dari tanah merah dan menambah gairah para penikmatnya buat segera menyantapnya.

sate maranggi cijengkol

Baraya Pasundan bisa melumuri sate dengan bumbu kecap di atas nasi hangat, atau langsung mencemplungkan sate ke dalam bumbu kecap di dalam coet.

Menurut Kang Asep, bumbu dasar Sate Maranggi Pak Maman ini hanya asam, garam plus gula aren. Yang membuat berbeda dengan Sate Maranggi lain adalah gula aren yang dibuat sendiri.

Selain Sate Maranggi, di Warung Sate Pak Maman ini Baraya Pasundan juga bisa memesan sop iga yang rasanya tak kalah maknyus.

sate maranggi cijengkol

Jika Baraya Pasundan berasal dari Jakarta dan menggunakan jalan tol Jakarta-Cikampek-Purbaleunyi, keluar pintu gerbang Ciganea/Jatiluhur, susuri jalur Pasar Rebo, Purwakarta-Pasawahan-Wanayasa-Kiara Pedes-Serang Panjang. Selepas perkebunan sawit, pelankan laju kendaraan Baraya Pasundan. Warung Sate Pak Maman ini ada di sebelah kiri jalan, sekitar dua kilometer dari turunan perkebunan sawit.

Sementara jika Baraya Pasundan berasal dari daerah Bandung, dari pertigaan Jalan Cagak masuk ke arah kiri menyusuri jalan raya Sagalaherang sampai ke Jalan Raya Serang Panjang. Warung Sate Pak Maman ada di sebelah kanan jalan.

Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena Sate Maranggi Pak Maman ini terbilang murah. Cukup 2500/tusuk dan 25 ribu rupiah untuk seporsi sop iga.

sate maranggi cijengkol

Ssst… Warung Sate Pak Maman ini bisa menghabiskan sampai 20 kg daging sapi sehari! Sebelum ambil kalkulator buat hitung berapa untungnya, cepat cari tempat duduk sebelum satenya kehabisan!

 

 

 

8 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.